Di tengah media sosial dan repositori cepat, sebagian pendidik bertanya: masih perlukah jurnal? Jawabannya tergantung tujuan. Jika yang dibutuhkan hanya diseminasi kilat, blog cukup. Jika yang dibutuhkan adalah pengetahuan yang dapat ditinjau sejawat, diawetkan, dan dikutip dengan jelas, jurnal—termasuk jurnal praktisi—tetap relevan.

Fungsi jurnal yang tidak digantikan unggahan biasa
- Kurasi dan review: menyaring klaim melalui pembacaan kritis.
- Arsip stabil: DOI, metadata, dan akses jangka panjang.
- Percakapan terstruktur: artikel menjawab artikel, membangun akumulasi pengetahuan.
- Pengakuan institusional: (dengan segala problemnya) masih menjadi bahasa bersama lintas kampus.
Jurnal sebagai ruang belajar praktisi
Menulis untuk jurnal memaksa praktisi memperjelas konteks, bukti, dan batasan klaim. Proses itu sendiri adalah profesional learning. Jurnal praktisi yang baik menjembatani pengalaman kelas dengan kerangka yang dapat dipakai orang lain—bukan sekadar storytelling tanpa metode.
Agar jurnal tidak hanya jadi beban KPI
- Dukung writing group dan peer review internal sebelum submit.
- Nilai kontribusi praktik (perbaikan program, kebijakan lokal) di samping sitasi.
- Dorong open access yang etis dan transparan soal biaya.
- Hubungkan temuan artikel ke keputusan institusi, bukan menyimpan PDF di laci digital.
Penutup
Jurnal tetap penting bila kita memakainya sebagai infrastruktur pengetahuan bersama—bukan hanya tangga kepangkatan. Untuk komunitas pendidik, menulis yang dapat dikutip adalah cara memperpanjang masa hidup pembelajaran yang sudah dibayar dengan waktu dan keringat di lapangan.
Penulis: Bambang Irawan
Daftar referensi
- Boyer, E. L. (1990). Scholarship reconsidered: Priorities of the professoriate. Carnegie Foundation for the Advancement of Teaching.
- Hattie, J., & Marsh, H. W. (1996). The relationship between research and teaching: A meta-analysis. Review of Educational Research, 66(4), 507–542.
- Shulman, L. S. (2004). Teaching as community property: Essays on higher education. Jossey-Bass.
- Willinsky, J. (2006). The access principle: The case for open access to research and scholarship. MIT Press.
- Weller, M. (2011). The digital scholar: How technology is transforming scholarly practice. Bloomsbury Academic.